Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis dan teoretis Culturally Responsive Teaching (CRT) serta merumuskan kerangka integratif yang dapat menjadi acuan dalam praktik pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual melalui analisis dan sintesis literatur yang relevan mengenai CRT, pendidikan multikultural, konstruktivisme, humanisme, dan pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa CRT berakar pada empat landasan filosofis utama, yaitu konstruktivisme, pendidikan multikultural, humanisme, dan pedagogi kritis yang secara bersama-sama membentuk prinsip-prinsip pengakuan terhadap identitas budaya peserta didik, inklusivitas, keadilan pendidikan, dan pemberdayaan peserta didik. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini merumuskan Kerangka Integratif Culturally Responsive Teaching (KI-CRT) yang menghubungkan landasan filosofis, prinsip teoretis, dan implementasi praktis dalam perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen pembelajaran. Kerangka tersebut menempatkan budaya peserta didik sebagai sumber belajar yang bermakna sekaligus sebagai dasar pengembangan lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan. Temuan penelitian memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kajian CRT dan dapat menjadi rujukan bagi pendidik maupun peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya pada konteks pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2025