Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut inovasi pembelajaran yang mampu mengembangkan kreativitas dan kemandirian belajar peserta didik. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model blended learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta kontribusinya terhadap peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru bahasa Indonesia dan peserta didik kelas VII di salah satu sekolah menengah di Kota Semarang. Data diperoleh melalui observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi blended learning yang memadukan kegiatan tatap muka dan daring secara seimbang mampu menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel, interaktif, dan kolaboratif. Peserta didik menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kreatif, terlihat dari hasil karya tulis digital yang lebih variative, ekspresif, dan relevan dengan konteks kehidupan. Selain itu, kemandirian belajar meningkat melalui kemampuan peserta didik dalam mengatur waktu, mencari sumber belajar secara mandiri serta melakukan refleksi diri terhadap kemajuan belajarnya.
Copyrights © 2025