Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan akademik dan kemampuan potensi diri terhadap kecenderungan mahasiswa menggunakan jasa joki sebagai bentuk ketidakjujuran akademik. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan kuantitatif sebagai metode utama melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden, serta kualitatif sebagai pelengkap melalui wawancara mendalam. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan joki, dengan tekanan akademik sebagai faktor dominan. Sementara itu, temuan kualitatif menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung merasionalisasi tindakan mereka melalui teknik netralisasi, seperti penyangkalan tanggung jawab dan pembenaran moral. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi penguatan karakter dan pengembangan potensi diri agar mahasiswa mampu menghadapi tekanan akademik tanpa harus mengorbankan integritas akademik mereka.
Copyrights © 2026