Relasi inti-plasma pada perkebunan kelapa sawit dibangun sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara petani plasma dan perusahaan inti. Akan tetapi, dalam implementasinya, relasi tersebut cenderung bergeser menjadi hubungan eksploitatif yang menciptakan ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan relasi inti-plasma dan mengidentifikasi indikator yang menjadi penyebabnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah GAP analisis, analisis pendapatan dan analisis keadilan prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan sebagaimana yang seharusnya menjadi dasar dalam suatu kemitraan. Melalui analisis keadilan prosedural ditemukan bahwa indikator, seperi saluran komunikasi, resolusi konflik, dan kekuatan penyeimbang hanya berada pada tingkat moderat. Sementara transparansi kebijakan dan perjanjian informal tergolong parameter lemah.
Copyrights © 2025