Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini adalah maraknya sikap intoleransi yang ada di lingkungan sekitar. Penyelesaian yang digunakan berdasarkan naskah lama yang memiliki suatu kalimat-kalimat penggambaran wujud penyelesaian masalah tersebut. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan wujud prinsip rukun yang menciptakan suatu keselarasan sosial sehingga sikap toleransi bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan filologi sebagai analisis penting. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam Lontar Yusuf yang digunakan sebagai objek penelitian menemukan beberapa usaha untuk memenuhi prinsip rukun yakni berhati-hati, berbicara yang tidak mengenakkan secara tidak langsung, dan saling membantu. Usaha yang dominan adalah sikap saling membantu yang juga merupakan poros dari etika orang Jawa. Prinsip tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan pendekata filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai alat menganalisis struktur dalam kalimat. Kombinasi penggunaan teori filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif terbilang efektif karena dapat memberi sorotan setiap hasil dari analisis data yang ada. Penggunaan keduanya juga dapat mempermudah dalam menghadilkan data analisis.
Copyrights © 2026