Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen humas dalam merespons resistensi sosial masyarakat terhadap fatwa haram penggunaan sound horeg dalam kegiatan keagamaan. Sound horeg merupakan sistem pengeras suara berlebihan yang digunakan dalam acara keagamaan, namun dianggap mengganggu ketertiban umum. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi, pendekatan kultural, dan manajemen konflik merupakan elemen penting dalam manajemen humas yang efektif. Kendala utama adalah rendahnya literasi media, resistensi berbasis budaya lokal, dan kurangnya sinergi antar lembaga. Diperlukan strategi komunikasi partisipatif dan kolaboratif dalam pelibatan tokoh masyarakat agar fatwa diterima secara luas.
Copyrights © 2025