Ketidakmerataan pembangunan di Kabupaten Garut menunjukkan perlunya peran organisasi masyarakat dalam memperkuat praktik pembangunan yang inklusif. Penelitian ini mengkaji peran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Garut dalam mendorong pembangunan berperspektif Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan NVivo untuk pengodean, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDA Garut menjalankan tujuh dimensi peran organisasi masyarakat secara terpadu melalui program Balai Sakinah Aisyiyah, Sekolah Lansia Berdaya, BUEKA, Musrenbang Perempuan dan Kelompok Rentan, serta pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas. Program tersebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas, kesejahteraan, dan partisipasi kelompok rentan. Namun, aspek pengawasan pembangunan dan pemeliharaan ketertiban masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan bahwa Aisyiyah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar yang sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa kontribusi PDA Garut turut mendorong tercapainya kesejahteraan kelompok rentan, dengan rekomendasi penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor serta keberlanjutan program.
Copyrights © 2026