Pengembangan agrowisata menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat potensi lokal. Agrowisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, berkembang melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses kolaborasi antaraktor dalam pengembangan agrowisata menggunakan kerangka Collaborative Governance dari Ansell dan Gash, yang mencakup dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil sementara. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor berjalan cukup baik, berdampak positif pada peningkatan ekonomi lokal, memperkuat hubungan antaraktor, dan meningkatkan citra desa sebagai kawasan agrowisata. Kepercayaan terbentuk melalui interaksi sosial dan kesamaan tujuan, meskipun intensitas dialog tatap muka dan koordinasi rutin menurun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan mekanisme komunikasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan transparansi antaraktor merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kolaborasi antaraktor dalam pengembangan Agrowisata Belimbing. Dengan upaya tersebut, kolaborasi dapat terus berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat serta perkembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026