Perkembangan era digital telah mentransformasi pola komunikasi dan konsumsi informasi masyarakat, menjadikan media sosial sebagai kanal strategis literasi publik. Di Indonesia, meskipun penetrasi internet mencapai 78,19%, terdapat kesenjangan signifikan antara literasi keuangan (66,46%) dan inklusi keuangan (80,51%). Generasi Z sebagai digital natives memiliki keterpaparan tinggi terhadap informasi finansial namun belum siap menghadapi risiko digital, ditandai fenomena konsumtif, penipuan finansial, dan keputusan investasi tidak rasional. Menanggapi tantangan ini, Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan kampanye literasi keuangan melalui tagar #SikapiUangmu di Platform X. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan tagar tersebut terhadap literasi keuangan digital Generasi Z dengan tahapan difusi inovasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melibatkan 200 responden berusia 17-26 tahun melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan penggunaan tagar berpengaruh positif signifikan terhadap tahapan difusi inovasi (?=0,809; p0,001), tahapan difusi inovasi berpengaruh positif signifikan terhadap literasi keuangan digital (?=0,250; p0,001), dan terjadi mediasi penuh (indirect effect ?=0,311; VAF=66,7%). Temuan mengkonfirmasi proses difusi inovasi sebagai mekanisme transformasi yang mengonversi paparan informasi menjadi literasi melalui tahapan kognitif, afektif, dan behavioral terstruktur, memberikan kontribusi teoretis integrasi Teori Difusi Inovasi Rogers dengan literasi keuangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tagar #SikapiUangmu efektif meningkatkan literasi keuangan digital apabila pengguna melewati seluruh tahapan difusi inovasi secara sistematis, menegaskan pentingnya strategi komunikasi digital yang berfokus pada proses, bukan sekadar eksposur. Kata kunci: difusi inovasi, Generasi Z, literasi keuangan digital, media sosial, tagar The development of the digital era has transformed communication patterns and information consumption, making social media a strategic channel for public literacy. In Indonesia, despite internet penetration reaching 78.19%, there is a significant gap between financial literacy (66.46%) and financial inclusion (80.51%). Generation Z as digital natives have high exposure to financial information but are not ready to face digital risks, characterized by consumptive behavior, financial fraud, and irrational investment decisions. Responding to this challenge, the Financial Services Authority launched a financial literacy campaign through the #SikapiUangmu hashtag on Platform X. This study analyzes the influence of hashtag usage on Generation Z digital financial literacy with innovation diffusion stages as a mediating variable. The research uses a quantitative explanatory approach involving 200 respondents aged 17-26 years through purposive sampling. Data were analyzed using PLS-SEM. Results show hashtag usage has a positive significant effect on innovation diffusion stages (?=0.809; p0.001), innovation diffusion stages have a positive significant effect on digital financial literacy (?=0.250; p0.001), and full mediation occurs (indirect effect ?=0.311; VAF=66.7%). Findings confirm the innovation diffusion process as a transformation mechanism that converts information exposure into literacy through structured cognitive, affective, and behavioral stages, providing theoretical contribution by integrating Rogers' Diffusion of Innovation Theory with digital financial literacy. The study concludes that #SikapiUangmu hashtag usage is effective in enhancing digital financial literacy when users systematically progress through all innovation diffusion stages, emphasizing the importance of digital communication strategies focused on process rather than mere exposure.
Copyrights © 2026