ODP (Orang dengan Disabilitas Psikososial) merupakan salah satu kalangan dengan tingkat diskriminasi yang tinggi oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan stigma yang melekat kepada identitasnya sebagai manusia yang tidak berfungsi secara optimal dalam aspek kognitif dan kepribadian. Beberapa dari ODP masih ada yang masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari, salah satunya bermain media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan metode Etnografi Digital untuk memahami pola interaksi dari masing-masing informan di dalam dunia maya. Berdasarkan hasil data dari dua informan ODP, pembentukan identitas mereka di media sosial berbeda dengan apa yang ditampilkan di dunia nyata. Identitas mereka sebagai ODP tidak ditunjukkan secara langsung di dalam media sosial, melainkan melewati tweet dan interaksi mereka di dalam twitter. Informan IQ menggunakan identitas sebagai penggemar Kpop dan Hallyu Wave serta tidak menunjukkan identitasnya sebagai ODP dalam media sosial. Kedua informan memilih untuk membuka identitas mereka sebagai ODP ke orang-orang terdekat saja. Media sosial seperti Twitter dapat menjadi alat bagi ODP untuk membentuk identitas baru dan lepas dari stigma masyarakat yang diskriminatif terhadap ODP tersebut.
Copyrights © 2026