Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola pembingkaian yang digunakan oleh Aljazeera.net dan Alaraby.com dalam melaporkan aksi protes di Indonesia pada September 2025. Protes tersebut, yang dipicu oleh persetujuan izin keuangan yang berlebihan bagi anggota parlemen, mengakibatkan enam kematian dan menarik perhatian media internasional. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis pembingkaian Robert N. Entman yang terdiri dari empat unsur: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan rekomendasi penanganan. Data primer terdiri dari teks berita dari Aljazeera.net dan Alaraby.com, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan tentang teori pembingkaian dan media studi internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa Alaraby.com membingkai peristiwa tersebut dengan pendekatan kritis terhadap pemerintah, menekan jiwa korban dan tindakan represif oleh pasukan keamanan, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi suara para demonstran. Sebaliknya, Aljazeera.net menggunakan pendekatan yang lebih seimbang dengan memberikan konteks ekonomi yang rinci, menyajikan perspektif pemerintah dan penindasan secara proporsional, dan menekankan pentingnya dialog dan solusi damai. Perbedaan kerangka pemberitaan ini mencerminkan orientasi ideologi dan kepentingan editorial masing-masing media dalam membangun realitas peristiwa politik Indonesia bagi khalayak penutur bahasa Arab di seluruh dunia.
Copyrights © 2026