ABSTRAK Penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) merupakan salah satu ancaman utama dalam budidaya udang yang disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus pembawa plasmid toksin PirAB. Upaya pengendalian konvensional berbasis antibiotik telah memunculkan permasalahan resistensi antimikroba dan kerusakan mikrobiota usus. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi mikroorganisme, khususnya genus Bacillus, sebagai agen biokontrol alternatif dalam mengendalikan AHPND. Berbagai riset yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir dianalisis secara kritis untuk menilai efektivitas, mekanisme kerja, dan tantangan aplikatif probiotik mikroorganisme terhadap AHPND. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa strain Bacillus, seperti B. subtilis, B. licheniformis, dan B. velezensis, mampu menekan infeksi AHPND secara signifikan melalui produksi senyawa antibakteri dan stimulasi imun udang. Artikel ini juga mengungkap adanya ketidakkonsistenan metodologis dalam pengujian efektivitas probiotik dan pentingnya harmonisasi eksperimen untuk pengembangan probiotik skala industri. Kajian ini memberikan perspektif ilmiah berbasis bukti mengenai peran mikroorganisme dalam akuakultur berkelanjutan bebas antibiotik. Kata kunci: AHPND, Bacillus, biokontrol, probiotik, Vibrio parahaemolyticus
Copyrights © 2025