Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menilai efektivitas kemampuan Loloh Cemcem sebagai alat branding wisata yang berbasis pelestarian budaya lokal Desa Penglipuran. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis dimana data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data wawancara mendalam pada dua unsur, yaitu Pimpinan Desa Adat Penglipuran dan penjual minuman tradisional Loloh Cemcem serta literatur lainnya. Temuan dari penelitian mengindikasi bahwa Loloh Cemcem telah berubah menjadi minuman khas dari identitas budaya Desa Penglipuran. Hal ini dapat dilihat dari adanya produk Loloh Cemcem disetiap warung rumah warga. Partisipasi setiap rumah tangga dalam produksi dan pemasaran Loloh Cemcem menunjukkan model pemberdayaan ekonomi yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Model "Branding Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Budaya dan Komunitas" muncul sebagai pendekatan yang menyatukan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui produk lokal. Kata Kunci: Strategi Branding, Pelestarian Budaya, Desa Penglipuran, Loloh Cemcem
Copyrights © 2025