Digitalisasi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk UMKM jamu tradisional yang masih didominasi oleh pola pemasaran konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM jamu tradisional di Kelurahan Kelun, Kota Madiun, melalui penyusunan buku saku digitalisasi sebagai panduan praktis pemanfaatan media digital dalam pemasaran produk. Metode pelaksanaan diawali dengan sosialisasi di tingkat kelurahan yang melibatkan seluruh UMKM potensial, kemudian dilakukan pemilahan UMKM kuliner yang telah memiliki legalitas usaha berupa izin P-IRT untuk didampingi secara lebih intensif. Tim pengabdian memfokuskan pendampingan pada UMKM “Dapoer Tradisional” milik Bu Riyanto yang memproduksi jamu tradisional, wingko babat, dan sambel pecel. Luaran utama kegiatan ini adalah buku saku digitalisasi UMKM yang telah dicetak dan memiliki ISBN, berisi panduan pembuatan serta pengelolaan akun media sosial sebagai sarana pemasaran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, memperkuat pemanfaatan legalitas usaha, serta menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada UMKM lain di Kelurahan Kelun, Kota Madiun.
Copyrights © 2026