Pendidikan agama Hindu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ajaran dharma dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu inovasi adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, serta relevan dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha. Namun, hasil observasi di Adi Widyalaya Rsi Markandya Taro Gianyar menunjukkan rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Cinta (10%) dan Deep Learning (20%), serta belum adanya perangkat ajar berbasis kedua konsep tersebut. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru, 100% mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil membuat media digital, serta terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan hasil beajar siswa. Program ini telah berhasil menghasilkan model perangkat ajar berbasis kurikulum cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mampu mendukung transformasi pendidikan agama Hindu yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026