Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pemahaman guru mengenai penilaian autentik yang menjadi salah satu prinsip utama dari kurikulum merdeka. Hasil observasi tim pelaksana menunjukkan bahwa ±85% guru masih terbiasa dengan instrumen penilaian yang bersifat sumatif, seperti tes tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif atau pengetahuan saja. Banyak guru kesulitan untuk membuat instrumen yang dapat mencakup berbagai aspek tersebut secara objektif, seperti penilaian terhadap keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, atau kemampuan presentasi siswa. Kendala lainnya yaitu penggunaan teknologi pendukung dalam pembelajaran yang masih minim. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan E-instrumen penilaian pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi sebagai penunjang dalam implementasi kurikulum merdeka.. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan, dengan tahapan: 1)Sosialisasi kegiatan; 2) Lokakarya; 3) Pelatihan; 4) Pendampingan; dan 6) Evaluasi. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan, yaitu: 1) Adanya peningkatan pengetahuan guru tentang instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±10 % yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes masing-masing sebesar 8.19 dan 9.12; 2) Adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±20 % yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata keterampilan mitra saat pelatihan dengan setelah pendampingan yakni sebesar 3.39 dan 4.31; 3) Adanya peningkatan jumlah produk instrumen penilaian berbasis proyek yang dihasilkan oleh mitra yaitu sebanyak 16 produk; dan 5) Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana berada pada kategori sangat baik di semua aspek dengan nilai rata-rata di atas 4,7.
Copyrights © 2026