Perkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Selatan telah memanfaatkan berbagai sistem informasi, seperti OSS, Sicantik, dan Srikandi, dalam mendukung pelayanan perizinan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala pada pengelolaan layanan teknologi informasi, khususnya terkait pelaporan insiden, dokumentasi layanan, pemantauan kinerja, serta evaluasi layanan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen layanan teknologi informasi di DPMPTSP Provinsi Sumatera Selatan menggunakan framework ITIL v4 serta menilai tingkat kematangan (Maturity Level) layanan TI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan pada lima domain ITIL v4, yaitu Service Desk, Incident Management, Continual Improvement, Monitoring and Event Management, serta IT Asset and Configuration Management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan layanan teknologi informasi berada pada kisaran Level 3 (Defined) menuju Level 4 (Managed). Meskipun proses layanan telah berjalan dengan cukup baik, masih terdapat kesenjangan antara kondisi aktual dan target yang diharapkan, terutama pada domain Monitoring and Event Management. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan yang berfokus pada peningkatan standardisasi proses, pencatatan layanan terpusat, pemantauan kinerja, serta penguatan pengelolaan layanan TI guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Copyrights © 2026