Fenomena peningkatan kasus demam tifoid di Indonesia, terutama pada peserta didik, menunjukkan adanya persoalan epistemologis, ontologis, dan metodologis dalam praktik pendidikan kesehatan. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana pengetahuan mengenai tifoid dikonstruksi dalam pendidikan, mengidentifikasi bias epistemologis pada kurikulum, serta mengevaluasi strategi pengendalian melalui pendekatan filsafat ilmu. Dengan analisis literatur dan data epidemiologi, ditemukan bahwa pendekatan biomedis konvensional tidak memadai tanpa transformasi epistemik dan perbaikan struktural. Pendidikan kritis, dialogis, serta kolaboratif ditawarkan sebagai alternatif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong tindakan kolektif siswa terhadap determinan sosial tifoid.
Copyrights © 2026