Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kehadiran digital nomad terhadap tingkat okupansi akomodasi dan pola adaptasi UMKM pariwisata di Bali, serta menilai kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi tren pariwisata digital yang terus berkembang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi pada pelaku usaha akomodasi dan UMKM yang beroperasi di kawasan Lembongan dengan konsentrasi digital nomad. Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan pelaku UMKM Pemilik/pengelola kafe, restoran, homestay berjumlah 12 UMKM. Penelitian ini menggunakan triangulasi data dengan teknik analisis menggunakan Metode Miles and Huberman. Temuan menunjukkan bahwa kehadiran digital nomad berkontribusi positif terhadap peningkatan okupansi, khususnya pada musim sepi wisatawan konvensional. Beberapa akomodasi mengalami kenaikan signifikan berkat masa tinggal yang lebih panjang, sementara sebagian lainnya mencatat stabilitas okupansi yang tetap menguntungkan. UMKM dan akomodasi merespons permintaan pasar ini melalui penyesuaian harga long stay, peningkatan kualitas Wi-Fi, kenyamanan ruang kerja, serta pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan tamu jangka panjang. Di sisi lain, sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki keterampilan memadai dalam pariwisata digital; hanya beberapa yang pernah mengikuti pelatihan dasar terkait promosi online dan pengelolaan platform digital. Digital nomad memiliki potensi besar sebagai segmen pasar alternatif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi pariwisata Bali, terutama pada low season. Namun, kesiapan digital pelaku usaha masih perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan peluang ini. Penguatan kapasitas digital, inovasi layanan, dan pengembangan strategi harga adaptif menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.
Copyrights © 2025