Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan secara in vitro. Latar Belakang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan secara in vitro telah dilaksanakan pada 16 November – 15 Desember 2025. Materi dan Metode. Pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi (50%) dan konsentrat (50%). Metode eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) one way classification. Hasil. Rata-rata kecernaan serat kasar pada penelitian ini yaitu sebesar 34,33 – 59,31 %. Rata-rata produksi gas metan yaitu 3,22 – 1,05 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan. Hasil uji BNJ kecernaan serat kasar tertinggi dicapai pada pakan yang difortifikasi mineral magnesium dan sulfur (P2) yaitu sebesar 59,31 ± 3,51 % dan produksi gas metan terendah dicapai pada pakan ang difortifikasi mineral magnesium dan sulfur (P2) yaitu sebesar 1,05 ± 0,33 mM. Simpulan. Fortifikasi mineral magnesium 0,11% (BK) dan sulfur 0,83% (BK) dalam pakan yang terdiri dari jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan 50 : 50 dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan menurunkan produksi gas metan.
Copyrights © 2025