Peningkatan persaingan yang semakin ketat di dunia kerja, tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, serta adanya ketidaksesuaian antara kompetensi mahasiswa dan lulusan baru dengan tuntutan industri menunjukkan bahwa tingkat kesiapan kerja yang dimiliki masih beragam dan dipengaruhi oleh berbagai pengalaman serta karakteristik demografi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat kesiapan kerja ditinjau dari faktor demografi seperti jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, status perantau dan non-perantau, serta status studi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan melibatkan 399 responden yang merupakan mahasiswa semester akhir dan lulusan baru berusia 20–24 tahun yang memiliki variasi pada aspek jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, status perantau atau non-perantau, serta status studi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesiapan kerja yaitu Work Readiness Scale (WRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan kerja yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, keaktifan berorganisasi, pengalaman magang, dan status studi, sementara tidak ditemukan perbedaan pada aspek status perantau dan non-perantau, sehingga kesiapan kerja lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman pengembangan diri dibandingkan latar belakang geografis.
Copyrights © 2026