Emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi permasalahan lingkungan yang semakin serius karena berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Di Indonesia, pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta dominasi kendaraan bermotor berbahan bakar fosil diduga menjadi faktor utama meningkatnya emisi CO₂. Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu alternatif untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, konsumsi bahan bakar minyak, dan jumlah kendaraan listrik terhadap emisi karbon dioksida di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder runtun waktu yang diperoleh dari lembaga resmi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan konsumsi bahan bakar minyak berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida, sedangkan jumlah kendaraan listrik berpengaruh negatif terhadap emisi CO₂. Secara simultan, jumlah penduduk, konsumsi BBM, dan jumlah kendaraan listrik berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon dioksida di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian konsumsi energi fosil serta percepatan adopsi kendaraan listrik menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan emisi karbon dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2026