Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan layanan Buy Now, Pay Later (BNPL), khususnya Shopee PayLater, di kalangan mahasiswa dan alumni yang belum sepenuhnya diimbangi dengan praktik pencatatan dan pengendalian utang yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan kewajiban, keterlambatan pembayaran, serta risiko finansial dan psikologis bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pencatatan dan pengendalian utang Shopee PayLater pada mahasiswa dan alumni Universitas Bandar Lampung, serta memahami keterkaitan antara kedua praktik tersebut berdasarkan pengalaman pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan belum melakukan pencatatan utang secara mandiri dan cenderung mengandalkan informasi yang tersedia pada aplikasi Shopee PayLater. Pengendalian utang umumnya dilakukan secara terbatas melalui pembatasan penggunaan serta pembayaran cicilan menjelang jatuh tempo, namun belum dilaksanakan secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya praktik pencatatan utang berdampak pada kurang optimalnya pengendalian kewajiban PayLater. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan praktik akuntansi keuangan pribadi sebagai dasar pengendalian utang bagi pengguna layanan kredit digital.
Copyrights © 2026