Tumapangsari adalah penanaman dua atau lebih tanaman pada waktu bersamaan atau agak bersamaan selama periode tanam pada tempat yang sama.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu tanam kubis bunga dan selada krop yang tepat sehingga memperoleh pertumbuhan dan hasil terbaik dalam sistem tumpangsari, serta menentukan nilai NKL (Nisbah Keseteraan Lahan). Penelitian dilakukan di Lahan milik UPTD Balai Benih Kentang, di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung elevasi 1.500 mdpl, pada bulan Agustus – Oktober 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal dengan 4 ulangan, P1= Penanaman kubis bunga secara monokultur (kontrol), P2 = Penanaman selada secara monokultur (kontrol), P3 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada, P4 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari sebelum selada, P5 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari sebelum selada P6 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari setelah selada, dan P7 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari setelah selada. Data dianalisis secara statistic dengan uji F tabel 5 % dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Jarak waktu tanam yang terbaik pada perlakuan P3 (Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada), yang menunjukan nilai kesetaraan lahan (NKL) terbesar yaitu 1,63. Pada bobot konsumsi memberikan hasil kubis bunga dan selada krop sebesar 319,98 gram dan 676,63 gram. Hasil per hektar kubis bunga sebesar 11,82 ton/ha dan selada krop 27,57 ton/ha.
Copyrights © 2022