Pendidikan akhlak dalam Islam menjadi fondasi pembentukan insan kamil yang seimbang secara intelektual, spiritual, dan moral. Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan akhlak menurut Abu Muhammad Naufal Al-Banary dalam kitab Sā‘atan wa Sā‘atan sekaligus menelaah relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, melalui analisis isi dan hermeneutik terhadap teks kitab serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut menyajikan pendidikan akhlak melalui kisah-kisah ringan dan humoris yang sarat pesan moral, bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual, kejujuran, integritas, orientasi akhirat, dan keseimbangan hidup. Ruang lingkup pendidikan akhlak mencakup hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan orang tua, sementara metodenya meliputi keteladanan (uswah), kisah edukatif (al-qiṣṣah at-tarbawiyah), pengalaman langsung (learning by doing), teguran bijaksana (ta’dib), dan humor edukatif (al-mizah at-tarbawi). Materi akhlak menekankan kejujuran, keteladanan, evaluasi diri, keseimbangan hidup, tawakal, serta penghindaran perilaku tercela. Dengan pendekatan yang humanis, kontekstual, menyenangkan, dan aplikatif, konsep pendidikan akhlak dalam kitab ini relevan bagi pendidikan Islam modern dan dapat menjadi panduan praktis bagi pendidik dalam membentuk generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Copyrights © 2026