Perkembangan era digital memunculkan tantangan disinformasi dan degradasi pemahaman budaya lokal di kalangan masyarakat, sehingga diperlukan peran media penyiaran publik seperti RRI Pro 4 Yogyakarta untuk membangun literasi budaya dan informasi kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengemasan konten literasi melalui Program Kawruh. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen serta rekaman siaran, dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta triangulasi. Hasil menunjukkan strategi utama meliputi pemilihan narasumber kompeten dari tokoh budaya dan pemuda, tema tematik relevan dengan isu kontemporer, serta format interaktif dua arah via telepon dan WhatsApp untuk keterlibatan pendengar. Program ini efektif membentuk pemahaman mendalam nilai Jawa seperti guyub rukun, meski menghadapi tantangan jangkauan generasi muda. Novelty penelitian terletak pada model strategi radio publik hybrid yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan literasi informasi digital, dapat direplikasi untuk LPP lain.
Copyrights © 2026