Pasar Malam Nusa Indah berada di jalan H. Mistar Cokrokusumo merupakan pertemuan arus antara Pelaihari dan Banjarbaru, maka banyak kendaraan, mobil, bus pariwisata, dan truk angkutan yang lewat sehingga dengan adanya aktivitas Pasar Malam Nusa Indah menyebabkan kecepatan kendaraan jadi melambat dan membuat kepadatan. Penelitian ini menganalisis hambatan pada di sisi jalan yang dapat berdampak terhadap kinerja ruas jalan. Penelitian ini membandingkan kondisi ruas jalan saat ada aktivitas pasar dan tanpa aktivitas pasar. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi volume lalu lintas, kecepatan, kepadatan Jalan H. Mistar Cokrokusumo dan membandingkan kinerja lalu lintas pada dua kondisi tersebut. Survei volume lalu lintas dan kecepatan dilakukan guna menentukan tingkat kepadatan, serta survei hambatan samping untuk mengetahui sejauh mana pengaruh hambatan tersebut. Analisis data menggunakan metode konvensional yaitu Greenshields, Greenberg, Underwood, dan Bell. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa permodelan yang paling relevan adalah model Greenshields dengan kondisi aktivitas pasar volume maksimum dan kecepatan maksimum mengalami penurunan sebesar 1% dan 9% akan tetapi kepadatan maksimum meningkat sebesar 7%. Berdasarkan analisis tingkat pelayanan ruas jalan saat kondisi ada aktivitas pasar didapatkan Indeks Tingkat Pelayanan terendah adalah ITP E yang berarti arus tidak stabil.
Copyrights © 2025