Latar belakang: Mual muntah merupakan salah satu gejala paling awal dan paling umum yang dikaitkan dengan kehamilan. Efektivitas jahe terbukti aman dikonsumsi, solusi ini cenderung minim risiko bagi ibu dan janin. Tujuan: Tujuan studi ini untuk mengetahui perbedaan tingkat mual muntah sebelum dan setelah pemberian air jahe hangat kepada ibu hamil trimester I. Metode: Data primer dengan intervensi menggunakan lembar observasi untuk mengetahui frekuensi mual muntah. Peneliti memberikan air jahe hangat selama 3 hari yang diberikan 2 kali sehari, pada pagi hari 30 menit sebelum makan dan 30 menit sebelum tidur. Setelah intervensi selama 3 hari, pada hari ke-4 responden datang ke Bidan dan akan diukur frekuensi mual muntah setelah pemberian air jahe hangat dengan lembar kuisioner post-test. Penelitian ini menerapkan desain quasi experimental dengan model pretest-posttest. Sebanyak 31 ibu hamil trimester pertama dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Hasil: Hasil menunjukkan rerata skor PUQE sebelum intervensi pada kategori sedang hingga berat adalah 10,16, sedangkan setelah intervensi menurun ke kategori ringan hingga sedang dengan skor 7,65 yang menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Simpulannya intervensi dengan air jahe hangat secara signifikan menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pemberian intervensi.
Copyrights © 2025