Penelitian ini menganalisis implementasi inovasi Sistem Layanan Administrasi Pendidikan Terpadu (SILAT) sebagai platform e-Government yang mendukung program pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Blora. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Analisis penelitian berpedoman pada tiga elemen sukses e-Government dari JFK Harvard School of Government, yaitu dukungan (support), kapasitas (capacity), dan manfaat (value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dukungan regulatif dan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sudah dilakukan, masih terdapat beberapa hambatan sehingga belum mencapai target yang ditetapkan, khususnya dalam aspek responsivitas penanganan bagi penerima manfaat layanan. Kelemahan tersebut memengaruhi optimalisasi peran inovasi SILAT dalam percepatan identifikasi serta penanganan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS). Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan inovasi digital sangat bergantung pada kepastian layanan yang ditopang oleh regulasi yang kuat, kapasitas sumber daya yang memadai, dan penciptaan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga implementasi inovasi dapat berhasil dan berjalan efektif.Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur yang lebih luas mengenai implementasi inovasi e-Government di tingkat daerah, khususnya dalam konteks percepatan pengentasan ATS di Kabupaten Blora.
Copyrights © 2026