Pendahuluan: Kesehatan mental menjadi isu global yang kian mendesak seiring meningkatnya prevalensi gangguan seperti kecemasan dan depresi, yang diperburuk oleh stres kronis. Yoga, sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi, telah menarik perhatian sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas praktik yoga dalam regulasi stres dan kesehatan mental. Metode: tinjauan literatur naratif berbasis metode PRISMA. Dengan menganalisis 45 studi dari database seperti PubMed, Scopus, dan PsycINFO, tinjauan ini mengidentifikasi bahwa yoga, terutama Hatha dan Vinyasa, secara konsisten menunjukkan efek positif dalam mengurangi kadar kortisol, skor kecemasan (berdasarkan skala GAD-7), dan gejala depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pada berbagai populasi, termasuk dewasa, remaja, dan pasien klinis Pembahasan: Mekanisme biologis seperti regulasi sistem saraf parasimpatis dan psikologis seperti peningkatan kesadaran diri (mindfulness) menjadi dasar efektivitas yoga. Namun, heterogenitas metodologi dan variasi durasi intervensi menjadi keterbatasan utama. Tinjauan ini menyoroti potensi yoga sebagai intervensi yang hemat biaya dan mudah diakses, dengan rekomendasi untuk penelitian masa depan yang lebih terkontrol dan inklusif terhadap populasi tertentu. Simpulan: Yoga adalah intervensi yang efektif untuk regulasi stres dan kesehatan mental, dengan bukti kuat pada penurunan kecemasan, depresi, dan kadar kortisol.
Copyrights © 2026