Buruh pabrik pada sektor UMKM sering menghadapi tuntutan kerja yang tidak teratur, beban sosial-budaya kolektivis, serta keterbatasan keterampilan dalam mengelola waktu. Kondisi tersebut membuat mereka rentan mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berdasarkan permasalahan ini, kegiatan psikoedukasi dilaksanakan untuk melihat efektivitas intervensi Work Life Balance dan Time Management dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan buruh dalam mengatur peran sehari-hari. Sasaran kegiatan terdiri dari 21 buruh Pabrik Kerupuk Barokah Situbondo. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari melalui psikoedukasi menggunakan metode penyampaian materi, FGD/permainan edukatif. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas kerja. Untuk melihat perubahan pemahaman, kegiatan menggunakan desain Quasi-Experiment One Group Pretest-Posttest dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Work Life Balance dan Time Management yang sudah diadaptasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata work-life balance dari 2,80 menjadi 3,15 dan time management dari 2,41 menjadi 2,92. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua variabel (p = 0,000). Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa time management berpengaruh signifikan terhadap work life balance (F = 4,192; p = 0,000) dengan kontribusi 48,1% (R² = 0,481). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran buruh dalam menentukan prioritas, mengelola waktu, serta menjaga kesejahteraan diri. Secara keseluruhan, psikoedukasi terbukti efektif dan relevan untuk mendukung peningkatan kualitas kerja buruh dalam budaya kolektivis.
Copyrights © 2025