Fenomena generasi sandwich, dimana individu harus menanggung kebutuhan ekonomi orangtua dan anak secara bersamaan, menjadi tantangan tersendiri bagi pria dewasa. Tekanan ekonomi dan sosial yang dihadapi dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami subjective well-being pada pria generasi sandwich. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus untuk memahami pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tiga pria generasi sandwich. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian hasil wawancara disusun dalam bentuk verbatim dan dianalisis dengan teknik coding. Hasil penelitian menunjukkan meskipun partisipan menghadapi keterbatasan finansial dan tekanan sosial, mereka tetap mampu merasakan kebahagiaan melalui hal-hal sederhana, seperti pencapaian kecil yang bermakna dan relasi yang hangat dengan keluarga. Kesejahteraan subjektif mereka tidak diukur dari bebasnya mereka dari segala permasalahan, melainkan dari kemampuannya mengelola beban hidup dan tetap mempertahankan harapan serta makna hidup. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini mencakup kepuasan terhadap kehidupan saat ini, masa lalu, dan masa depan; harapan untuk perubahan hidup; penilaian sosial; kualitas hubungan interpersonal; kesehatan; pekerjaan; pendapatan; spiritualitas; aktivitas waktu luang; serta afek positif dan negatif.
Copyrights © 2026