Penelitian ini mengkaji pengaruh Internet of Things (IoT) terhadap ketidaksetaraan sosial, dengan fokus pada bagaimana teknologi ini mempengaruhi kesenjangan sosial di masyarakat. Meskipun IoT berpotensi meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup, penelitian ini menemukan bahwa akses terhadap teknologi ini tidak merata. Kelompok masyarakat dengan pendapatan dan pendidikan tinggi cenderung lebih dapat memanfaatkan manfaat teknologi IoT, sedangkan mereka yang berada dalam kelompok berpendapatan rendah dan kurang terhubung dengan infrastruktur digital mengalami kesulitan. Faktor-faktor seperti pendapatan, pendidikan, dan lokasi geografis mempengaruhi tingkat adopsi IoT. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan sektor swasta bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur digital, memberikan akses yang lebih terjangkau, serta melaksanakan program pelatihan digital untuk mengurangi kesenjangan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana teknologi dapat memperburuk atau mengurangi ketidaksetaraan sosial, serta menawarkan solusi kebijakan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.
Copyrights © 2026