Perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat literasi masyarakat, namun di banyak daerah masih menghadapi keterbatasan fasilitas, rendahnya minat baca, serta pengelolaan koleksi yang belum optimal. Perpustakaan Desa Nomporejo merupakan salah satu contoh dengan kondisi tersebut, meskipun telah memperoleh bantuan 1.000 buku dari pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi dan mendigitalisasi perpustakaan agar berfungsi optimal sebagai pusat literasi desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan perangkat desa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pelabelan dan penataan koleksi, pengembangan prototipe website Nomporejo Moco berbasis PHP–MySQL sebagai katalog online, pelatihan literasi digital, serta pendampingan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca, bertambahnya aktivitas literasi masyarakat, serta terbentuknya kebiasaan literasi digital. Testimoni masyarakat dan pengelola perpustakaan mengonfirmasi bahwa perpustakaan kini menjadi ruang belajar bersama sekaligus pusat kegiatan komunitas. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa revitalisasi dan digitalisasi berhasil meningkatkan literasi masyarakat baik secara tradisional maupun digital, namun keberlanjutan program memerlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan mitra eksternal.
Copyrights © 2025