Aksara Sasak merupakan bagian dari identitas budaya Sasak. Namun, minat generasi muda dalam mempelajarinya semakin menurun akibat dominasi bahasa Indonesia dan globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran agar tetap lestari dan menarik bagi siswa. Inisiatif pelestarian dan pengembangan Aksara Sasak Baluk Olas (Delapan Belas) semakin relevan di era digital, mengingat penggunaan aksara tradisional ini terus menurun di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Kegiatan sosialisasi dirancang melalui pengembangan game edukatif yang didukung fitur Artificial Intelligence (AI) agar proses belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Metode gamifikasi dipilih untuk mempermudah pemahaman bentuk serta penggunaan aksara Baluk Olas, sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pelestarian budaya Sasak. AI berperan dalam personalisasi konten, deteksi tulisan tangan, serta umpan balik belajar secara otomatis, sehingga efektivitas dan ketertarikan pengguna dapat terukur secara real time. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan inovatif, guna mempertahankan eksistensi aksara Sasak dalam dinamika budaya global. sosialisasi Baluk Olas berbasis game bukan hanya strategi pelestarian, tetapi juga inovasi pendidikan yang menyatukan nilai budaya, teknologi, dan karakter generasi masa depan Lombok. Di samping itu sosialisasi ini membuka peluang pengembangan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi lainnya untuk revitalisasi warisan budaya lokal.
Copyrights © 2025