Kegiatan pelatihan tari tradisional di Balai Banjar Alisbintang, Desa Sulahan, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya rasa percaya diri, disiplin, dan kemampuan kerja sama pada siswa sekolah dasar di wilayah tersebut. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembentukan karakter anak melalui pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS), dengan pelaksanaan selama empat bulan dan diikuti oleh 10-15 siswa kelas II-VI. Indikator karakter yang diukur meliputi kepercayaan diri, disiplin, dan kerja sama melalui observasi terstruktur pada setiap sesi latihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan karakter yang cukup signifikan. Rata-rata keaktifan dan keberanian tampil meningkat dari 40% pada awal kegiatan menjadi 85% pada akhir program. Tingkat kedisiplinan ditinjau dari kehadiran dan ketepatan waktumeningkat dari 60% menjadi 90%. Kemampuan kerja sama dalam latihan kelompok juga mengalami kenaikan dari 50% menjadi 88%. Selain itu, peserta menunjukkan perkembangan pada aspek motorik, ekspresi, dan kreatifitas gerak. Dengan demikian, pelatihan tari tradisional menggunakan metode PALS terbukti efektif dalam memperkuat nilai-nilai karakter siswa serta menjadi media yang relevan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Bali. Temuan ini menegaskan bahwa seni tari dapat dijadikan strategi konkret dalam pembentukan karakter anak.
Copyrights © 2025