Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok dengan kerentanan sosial dan biologis tertentu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB pada masyarakat, meliputi karakteristik demografis, sosial ekonomi, riwayat kesehatan, paparan kontak, dan status gizi. Metode penelitian ini menggunakan survey rumah tangga pada penderita TB mulai Bulan Desemeber 2024-Januari 2025 dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak mengalami TB, dengan kelompok usia 41–60 tahun sebagai penderita terbanyak. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan rendah, berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga, serta memiliki pendapatan di bawah standar. Riwayat sakit sebelumnya ditemukan pada 47,2% responden dan riwayat kontak erat serumah sebesar 76%, menunjukkan kontribusi kuat paparan rumah tangga. Komorbid seperti hipertensi (19,05%) juga ditemukan, sementara sebagian besar responden memiliki status gizi baik (71,43%). Temuan ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan deteksi riwayat TB dan penanganan kontak erat satu rumah dalam pengendalian TB
Copyrights © 2026