Inovasi pembelajaran di sekolah dasar sering terkendala oleh minimnya kompetensi digital guru dan kurang optimalnya integrasi kearifan lokal. Program pengabdian ini bertujuan menguatkan keterampilan guru SDN 8 Labuan dalam mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) yang mengintegrasikan konten etnosains dan etnomatematika. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 20 peserta melalui lokakarya intensif dan pendampingan. Peserta dilatih memproduksi aset 3D menggunakan kecerdasan buatan (Generative AI) dan merakitnya menjadi media interaktif pada platform Assemblr Edu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital dan pedagogis guru, dibuktikan dengan terciptanya produk media AR berbasis budaya lokal, seperti visualisasi Rumah Adat Souraja. Evaluasi program mencatatkan skor kepuasan rata-rata 9,18 (kategori Sangat Baik), dengan apresiasi tertinggi pada relevansi materi terhadap pelestarian budaya. Program pengabdian ini efektif meningkatkan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media Augmented Reality (AR) berbasis etnosains dan etnomatematika. Integrasi AR, kearifan lokal, dan teknologi generatif berbasis AI mampu memvisualisasikan konsep abstrak secara kontekstual sekaligus menurunkan hambatan teknis guru. Pendampingan berkelanjutan direkomendasikan untuk memastikan konsistensi penerapan media AR dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran
Copyrights © 2026