Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kejawan Putih Tambak masih menghadapi permasalahan mendasar dalam pengelolaan keuangan, terutama tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha serta ketiadaan pencatatan transaksi harian. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha tidak mampu mengetahui laba bersih, menentukan harga jual berbasis biaya, maupun merencanakan perkembangan usaha. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan UMKM melalui pendampingan pencatatan keuangan terintegrasi menggunakan metode Participatory Action Research dengan pendekatan door-to-door mentoring. Sebanyak 24 UMKM terlibat dalam pemetaan awal, dan 9 UMKM bersedia mengikuti pendampingan menggunakan dua instrumen pencatatan: manual dan digital. Hasil pendampingan menunjukkan terjadinya perubahan signifikan dalam perilaku keuangan pelaku usaha, termasuk kemampuan mencatat transaksi secara rutin, memahami HPP, menentukan harga jual yang rasional, serta membaca arus kas. Studi kasus pada usaha Susu Murni/STMJ memperlihatkan peningkatan laba dan stabilitas keuangan setelah menggunakan template pencatatan secara konsisten. Program ini membuktikan bahwa pendampingan personal yang adaptif lebih efektif dibandingkan pelatihan massal, serta berpotensi menjadi model intervensi yang dapat direplikasi untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM mikro di wilayah lain
Copyrights © 2026