Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efisiensi produksi dan belum adanya pencatatan biaya pada usaha kerajinan tikar purun di Desa Tanjung Baru Petai. Sebagian besar pengrajin masih menjalankan usaha secara konvensional tanpa perencanaan kerja dan perhitungan keuntungan yang jelas, sehingga produktivitas dan pendapatan belum optimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi dan pemahaman manajemen usaha sederhana melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara awal, penyuluhan, pendampingan langsung pada proses produksi, serta evaluasi perubahan pemahaman mitra. Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pengaturan alur kerja, pemanfaatan waktu produksi, serta praktik pencatatan biaya dan perhitungan keuntungan secara sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengrajin dalam mengelompokkan tahapan kerja, mengatur waktu produksi secara lebih terstruktur, serta menyadari pentingnya pencatatan biaya sebagai dasar perhitungan keuntungan. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir dari aktivitas tradisional menjadi usaha rumah tangga yang lebih terencana. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas manajerial pengrajin dan berpotensi meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026