Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah Diabetic Foot Ulcer (DFU), yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan amputasi. DFU terjadi akibat kombinasi neuropati diabetik, iskemia, dan infeksi yang tidak tertangani dengan baik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengembangan Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) terhadap peningkatan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test nonequivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 36 orang penderita DM tipe 2 yang terbagi menjadi 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Hasil: penelitian menunjukkan rata-rata skor pre-test kelompok intervensi 40.72, standar deviasi 6.977 setelah diberikan intervensi terjadi peningkatan nilai rata-rata skor post-test menjadi 49.22, standar deviasi 7.134 sedangkan rata-rata skor pre-test pada kelompok kontrol 45.94, standar deviasi 4.746 terjadi peningkatan pada nilai rata-rata skor post-test menjadi 48.33 dengan standar deviasi 4.102. Didapatkan nilai P-value 0.000 (<0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang berarti ada pengaruh Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) terhadap peningkatan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer. Hasil uji t-independen didapatkan dengan p=0,650 (p>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata post-test pada kedua kelompok. Kesimpulan: Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) efektif meningkatkan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer.
Copyrights © 2026