Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pemakaian media layar dikalangan usia dini, termasuk anak berusia 6 – 12 bulan. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi dampaknya terhadap aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, sosial emosional maupun fisik. Penting untuk diketahui bagaimana pola penggunaan media digital terbentuk sejak dini. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara komrehensif gambaran penggunaan screen time anak 6 – 12 bulan, mencakup akses media layar, frekuensi penggunaan, paparan konten, serta pendampingan orang tua selama anak menggunakan perangkat digital. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik total sampling, dengan melibatkan para orang tua yang berinteraksi menggunakan media digital bersama anak mereka di wilayah Desa Gatak dan Desa Delanggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCREEN-Q, yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Hasil: Sebagian besar anak usia 6 – 12 bulan memiliki durasi screen time berlebih dan akses yang tinggi terhadap media digital. Media layar menjadi bagian dari rutinitas harian anak dengan pendampingan orang tua yang masih diperlukan konsistensi. Kesimpulan: Diperlukan peran dan pendampingan orang tua yang lebih konsisten serta edukasi mendalam mengenai penggunaan media digital untuk mencegah dampak negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Copyrights © 2026