Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi nilai humanisme dan nasionalisme dalam puisi “Kebangkitan” karya Putu Wijaya melalui pendekatan struktural-semiotik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa teks puisi yang dianalisis berdasarkan unsur struktural (tema, diksi, citraan, gaya bahasa, nada, dan amanat) serta konsep semiotik yang meliputi penanda, petanda, makna denotatif, konotatif, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisme tercermin dalam ekspresi empati, solidaritas, refleksi diri, dan harapan sebagai respons terhadap kondisi krisis. Nilai nasionalisme direpresentasikan melalui simbol perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab kolektif terhadap bangsa. Penggunaan metafora seperti layar putih, genderang, dan bendera memperkuat makna kebangkitan sebagai transformasi yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial dan kultural. Secara keseluruhan, puisi ini menegaskan bahwa kebangkitan merupakan sintesis antara kesadaran kemanusiaan dan komitmen kebangsaan. Temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra berperan sebagai medium reflektif sekaligus ideologis dalam membangun kesadaran moral dan identitas nasional.
Copyrights © 2026