Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan tahsin Al-Qur’an peserta didik tingkat sekolah menengah pertama. Metode Wafa dipilih sebagai alternatif solusi karena merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis otak kanan dengan pendekatan multisensorik serta tahapan pembelajaran 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan Penutupan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen multiple group pre-test post-test without control karena peneliti tidak memungkinkan membentuk kelompok kontrol, sehingga seluruh kelompok penelitian memperoleh perlakuan yang sama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test, observasi, serta dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tahsin Al-Qur’an yang signifikan setelah penerapan metode Wafa. Peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang mengalami kenaikan secara konsisten pada seluruh kelompok bab 1–5. Perbaikan kemampuan peserta didik mencakup aspek makharijul huruf, ketepatan penerapan tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur’an. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan, yaitu Sig. < 0,05 dengan nilai Sig. < 0,001, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Wafa terbukti berpegaruh dalam meningkatkan kemampuan tahsin Al-Qur’an peserta didik kelompok bab 1–5 di SMPIT Harapan Bunda Purwokerto
Copyrights © 2026