Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di Indonesia, khususnya di provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya masih tergolong rendah dibandingkan target nasioal. Di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo, cakupan imunisasi MR tahun 2024 hanya mencapai 26,1%. Rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan dan sikap ibu, serta peran petugas kesehatan. Padahal, imunisasi MR penting untuk mencegah campak dan rubella yang belum memiliki pengobatan spesifik. Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, peran petugas kesehatan, dan sikap ibu terhadap pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Uteun Pulo Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif bersifat survei analitik dengan desain cross sectional, melibatkan 68 responden yang terdiri dari ibu yang memiliki balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan signifikansi hubungan antara variabel yang diteliti. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan antara pengetahuan ibu, peran petugas kesehatan, dan sikap ibu dengan Pemberiaan Imunisasi Measles Rubella Pada Balita Diwilayah Kerja Pukesmas Uteun Pulo Tahun 2025. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan memberikan masukan bagi Puskesmas serta masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi MR di wilayah tersebut.
Copyrights © 2026