Inflamasi merupakan reaksi tubuh pada jaringan akibat rangsangan yang menyebabkan cedera lokal melalui aktivasi TLR-4 yang ditandai dengan peningkatan Interleukin-1. Karagenan merupakan bahan yang dapat mengaktifkan inflamasi dengan berikatan pada reseptor TLR-4 sehingga mengaktifkan jalur NF-κB. Kombinasi astaxanthin dengan vitamin E memiliki peran antiinflamasi dan antioksidan sehingga dapat menekan aktivitas TLR-4 dan ROS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi kombinasi astaxanthin dengan vitamin E terhadap kadar interleukin-1 pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi karagenan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental rancangan post-test only control group design, terdiri dari 30 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok: KN (normal), KS (sakit: karagenan 1%), dan KP (perlakuan: astaxanthin 0,72 mg/kgBB + vitamin E 24,1 mg/kgBB + karagenan 1%). Kadar IL-1 diukur menggunakan metode ELISA. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, Levene, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc Tamhanes. Rerata kadar IL-1 pada KN = 0,28 pg/mL, KS = 1,61 pg/mL, dan KP = 0,42 pg/mL. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,000). Uji Post Hoc Tamhanes menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara semua kelompok (p<0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat efek antiinflamasi kombinasi astaxanthin dengan vitamin E terhadap kadar interleukin-1 pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi karagenan.
Copyrights © 2026