Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, khususnya dalam aspek psikologis dan sosial. Salah satu fenomena yang banyak muncul adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari pengalaman sosial yang dianggap bermakna, yang berpotensi memicu perasaan insecure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Fear of Missing Out dan tingkat insecure pada remaja di SMAN 1 Kerek. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 215 siswa yang aktif menggunakan media sosial, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Fear of Missing Out Scale dan Self-Consciousness Scale yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat Fear of Missing Out dan insecure pada kategori sedang. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara Fear of Missing Out dan tingkat insecure dengan nilai koefisien korelasi r = 0,764. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat Fear of Missing Out yang dialami remaja, semakin tinggi pula perasaan insecure yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital dan penguatan konsep diri sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja di era digital.
Copyrights © 2026