Hipertensi intradialitik merupakan salah satu jenis komplikasi hemodialisis. Kondisi tersebut dapat berisiko pada morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Usia lanjut dianggap lebih berperan dalam peningkatan risiko hipertensi intradialitik, namun saat ini hemodialisis juga dapat ditemui pada usia dewasa. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan usia dengan hipertensi intradialitik. Subjek penelitian 47 pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis rutin di Unit Dialisis RS Islam Sultan Agung Semarang. Pasien yang dipilih adalah yang berusia ≥18 tahun, rutin menjalani hemodialisis (2x/minggu) selama ≥3 bulan. Pasien dengan tekanan darah tidak terukur dengan prosedur standar dan menolak menjadi sampel dieksklusi. Usia dibedakan atas dewasa muda (18-38 tahun), dewasa (39-59 tahun), dan lansia (≥60 tahun). Hipertensi intradialitik didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik ≥10 mmHg pasca hemodialisis selama dua sesi berurutan. Hubungan usia dan hipertensi intradialitik dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hipertensi intradialitik dialami oleh 34% pasien, dari jumlah tersebut jumlah terbanyak (23,4%) ditemukan pada pasien dewasa sedangkan pada usia lanjut 6,4% dan pada usia dewasa muda 4,3%. Pasien dewasa tidak hipertensi intradialitik juga yang terbanyak (36,2%). Hasil analisis korelasi Spearman didapatkan p=0,521 menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan. Usia tidak berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi intradialitik pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.
Copyrights © 2026