Artikel ini mengkaji konsep ilmu pengetahuan menurut Ibn Khaldun dengan menitikberatkan pada klasifikasi ilmu, karakteristik epistemologi, serta implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research), dengan sumber utama berupa karya monumental Ibn Khaldun, Muqaddimah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun memandang ilmu sebagai kebutuhan asasi manusia yang bersumber dari Allah SWT dan diperoleh melalui proses rasional, empiris, serta wahyu. Ia mengklasifikasikan ilmu ke dalam dua rumpun utama, yaitu ilmu naqliyyat yang bersumber dari wahyu dan tradisi keagamaan, serta ilmu ʿaqliyyat yang bersumber dari akal dan pengalaman manusia. Epistemologi Ibn Khaldun bersifat integratif, rasional kritis, empiris sosiologis, serta fungsional kontekstual. Konsep ilmu ini memiliki implikasi penting dalam membangun integrasi antara ilmu agama dan ilmu rasional, menumbuhkan sikap ilmiah kritis, serta menjadikan ilmu sebagai instrumen pembangunan peradaban. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun tetap relevan dalam pengembangan pendidikan, ilmu sosial, dan dialog antara agama dan sains di era modern.
Copyrights © 2026