Industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition atau MICE mengalami perkembangan pesat dan berperan penting dalam meningkatkan daya saing destinasi pariwisata. Perubahan orientasi industri ini menuntut penyediaan pengalaman yang autentik, bermakna, dan berakar pada budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi atraksi budaya Peresean terhadap penguatan experience value dalam industri MICE di Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman dan pemaknaan para pihak yang terlibat dalam integrasi Peresean pada kegiatan MICE. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan virtual pada tiga kegiatan MICE di wilayah Senggigi, Mandalika, dan Mataram, wawancara mendalam dengan dua puluh lima informan yang terdiri atas penyelenggara MICE, pelaku budaya, pengelola destinasi, dan peserta acara, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, triangulasi sumber, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peresean memberikan kontribusi signifikan terhadap empat dimensi utama nilai pengalaman, yaitu nilai emosional, nilai budaya, nilai edukatif, dan nilai keterlibatan. Integrasi Peresean terbukti mampu memperkaya pengalaman peserta, memperkuat identitas dan citra destinasi, serta menciptakan diferensiasi program MICE di Lombok. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan budaya lokal secara kontekstual dan etis berpotensi meningkatkan daya saing destinasi sekaligus mendukung pelestarian budaya.
Copyrights © 2026